Dipaksa Terima Ayam Brazil, Peternak Lokal Makin Tercekik – Eticaretsayfam
 

Dipaksa Terima Ayam Brazil, Peternak Lokal Makin Tercekik

| Posted in Finansial

Setelah tiga kerugian berturut-turut dari Brasil dalam investigasi sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Tidak ada pilihan lain Indonesia dipaksa menerima impor daging ayam dari Brasil, meskipun produksi ayam di Indonesia memiliki surplus selama tiga tahun terakhir 2018-2020. Produksi versus konsumsi ayam di Indonesia dalam posisi surplus atau surplus selama 3 tahun berturut-turut, kata Abbi Angkasa Perdana Darmaputra, yang mewakili sekelompok peternak Andalusian Nusantara Tangguh (ANT) di Bandung.

Tentu saja, rencana penerimaan ayam Brasil akan menghasilkan lebih banyak petani yang mati lemas. Betapa tidak, belum lama ini harga ayam turun di bulan Juni dan sekarang kebijakan impor untuk ayam Brasil, yang jauh lebih murah, perlu ditambahkan. Brasil adalah karena mereka menaikkan harga efektif untuk jagung murah mereka. Mereka didukung oleh pemerintah untuk meningkatkan HPP mereka hanya dengan $ 1, jadi $ 1 adalah Rp14.000. Bayangkan harga ayam Brasil yang besar untuk negara kita, harganya hanya bisa 70% dari ayam kita, kata Abbi.

Berbeda dengan peternak Indonesia, HPP saat ini sekitar 18.000 Rp – 20.000 Rp dan menjangkau konsumen di pasar dengan harga antara Rp 32.000 dan Rp 35.000 per hari. Kilo. Jika kandang ditutup, berarti modern Rp. 18.000 jika kandang masih terbuka, apakah HPP Rp. 20.000, Abbi melanjutkan. Harap dicatat, Indonesia sedang dituntut oleh Brasil karena menolak untuk mengimpor daging ayam. Brasil membawa kasus ini ke WTO pada 2014 dan diputuskan untuk memenangkan persidangan pada 2017. Tetapi karena Brasil yakin bahwa Indonesia belum membuka derek untuk ayam impor ke Brasil, mereka telah menarik kembali masalah itu di WTO Juni lalu.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita telah menarik diri dari masalah impor daging ayam dari Brasil. Menurutnya, kerugian Indonesia adalah karena peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dan peraturan Menteri Pertanian (Permentan) melanggar WTO. Untuk alasan ini, kantornya dan Kementerian Pertanian harus mengubah peraturan yang memungkinkan Brasil mengimpor daging ayam ke Indonesia. Jadi semoga ya, Tuhan membantu kita. Pemerintah telah mencoba membantu kami, tetapi itu tidak mungkin, satu-satunya komunitas adalah kami memohon kepada masyarakat, jadi ayam kami masih dimakan, bagaimana mereka melakukannya karena mereka memiliki teknologi canggih, Abbi menyimpulkan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Eticaretsayfam ©2020. All Rights Reserved.
Powered by WordPress. Theme by Phoenix Web Solutions